Cinta pertama
Hallo sahabat blogger,Assalamualaikum...
Sudah lama saya ngga update yakan..Nah kali ini saya akan menulis biografi tentang cinta pertama saya.Siapakah itu??
Nama ayah saya adalah Mimin Dianto,beliau lahir di desa Rawak,Sekadau Hulu-Kalimantan Barat, pada tanggal 7 februari 1982. Aku memanggilnya dengan sebutan Abah.Beliau merupakan anak bungsu dari 7 bersaudara mempunyai 3 saudara perempuan dan 4 saudara laki-laki. Ayah beliau bernama Abdul Salam dan ibunya bernama Neroja.abah memiliki darah keturunan India dari ayahnya dan darah dayak senganan dari ibunya.Nasib beliau yang tidak seberuntung anak-anak lainya sehingga pada usia 6 tahun beliau menyandang status yatim sejak kecil,semenjak tragedi kecelakaan yang merenggut nyawa ayahnya dan beliau terbiasa hidup mandiri.Ketika usia emas anak-anak untuk disayangi orang tua ia malah kehilangan sosok berharga.sejak kecil abah tinggak di kecamatan Rawak.Selain pernah tinggal di Rawak yang merupakan tempat tinggalnya sekarang,beliau juga pernah tinggal dikecamatan Nanga Mahap kemudian mereka pindah lagi ke kecamatan rawak.
Beliau lulus dari SDN 12 rawak hilir,kemudian melanjutkan pendidikan menengah pertamanya di Madrasah Tsanawiyah yang yang merupakan sekolahku juga.Dan sekolah menengah atas di SMA PGRI 05 Rawak.Sejak SMA abah hobby menyanyi,beliau merupakan vokalis rocker yang nama grup bandnya adalah Naga rantai, yang merupakan grup band terkenal dikampunya pada masanya.Beliau lumayan jail bahkan pernah kabur dari pondok pesantren.
Namun,pernikahan merubah beliau.Abah menikah dengan sosok yang sangat cantik,Rima Krismawati namanya,merupakan anak pertama dari dua bersaudara.Ibu ternyata adik kelasnya dulu dan ibu pasti sudah tau sifat abah sejak lama.Walaupun terbilang nakal karna termasuk pereman kelas,setelah menikah dengan ibu pada tahun 2000,tidak ada satu pun sifat nakal sejak muda ia bawakan.Abah berubah menjadi sosok yang sangat bertanggung jawab,mungkin kepada orang-orang ia terlihat cuek namun ia sosok penyayang yang tak pernah main kasar apalagi main tangan kepada anak istrinya.Iya,beliau emang tidak mempunyai jabatan tinggi apalagi harta yang berlimpah namun semua itu dikalahkan dengan rasa tanggung jawab beliau yang membimbing ibu.
Mereka banyak sekali melewati masa sudah senang sama-sama,apalagi abah awal-awal pernikahan abah belum memiliki pekerjaan tetap,namun ibu selalu setia mendampingi.Semua pekerjaan dilakukan dengan prinsip yang penting halal sampai masa lahirlah aku,putri pertama mereka dengan tubuh mungil yang sampai sekarang.3 tahun kemudian disusul oleh adikku,Maulana Ibnu majid.Kami selisih 3 tahun dan beban kebutuhan pun bertambah ibu pun turun tangan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.Ibu menjadi guru di sekolah PAUD dan untungnya pada saat itu kami sudah lumayan besar jadi ibu tidak repot antara bekerja atau mengurus kami.
Waktu malam adalah waktu yang kami gunakan untuk berkumpul bersama keluarga.Apalagi abah,beliau pernah bekerja jauh dari kampung sehingga ketika abah pulang rasanya waktu yang berharga sekali.Aku dan adikku punya kebiasaan yang unik.Kami selalu berlomba entah itu salam atau pun menyium pipi abahku ketika beliau pulang dari luar.Beliau selalu mengajari kami dengan kasih sayang tidak lupa dengan ilmu agama.Abah pernah berkata walaupun tak pandai agama bahkan bukan ulama tapi beliau sangat giat mengajari kami agama bahkan abah pernah berharap kami menjadi hafidz dan hafidzah quran dan semoga kami bisa mencapai cita-cita beliau tersebut.
Hobby abah yaitu bermain badminton,dulu hobbynya bermain bola sehingga setiap ada turnamen yang mewakili kampungku abahku selalu ikut namun sekarang beliau berhentik karna sudah mudah lelah dan berpaling ke permainan badminton dan ternyata abah juga pandai dibidang tersebut sehingga pernah juga menang lomba ditingkat kecamatan dan pernah juga mewakili kecamatan untuk bermain ke daerah lain.Abah sangat pandai memasak,bahkan aku lebih suka masakan abah dari pada ibuku karna kami satu selera.Kami berdua menyukai makanan yang banyak mengandung bumbu rempah sedangkan ibu dan orang rumah lainya tidak terlalu suka.Abah suka membuat roti chane yaitu makan sehari-hari orang India dan dimakan dengan kari.Ia sangat menyintai kampung halaman ayahnya sehingga apapun tentang India ia pelajari.
Soal fashion abahku update sekali,walaupun usia yang sudah tidak terbilang muda.Abah menyukai fashion india sehingga rata-rata pakaian abah adalah baju kurta.Tidak kalah juga dengan model baju yang lain.Beliau begitu bukan karna lupa umur tapi mungkin karna bawaan karna umur abah masih 30an.Tak jarang orang-orang bahkan teman-temanku mengira abah adalah abangku bukan orang tuaku.Bahkan ada yang mengira abah dan ibu belum punya anak karna aku dan adikku sudah besar dan jarang ikut mereka kemana-mana.
Abah lumayan aktif dimasyarakat,beliau merupakan ketua wisata yang ada dikampungku dan itu ia lakukan secara suka rela,ia mengelola argo wisata ghase yaitu wisata yang memiliki pemandangan sawah dan sedikit tambahan bangunan pondok-pondok kecil.Selain abah,ibu juga berperan ikut semuanya pun didukung oleh keluarga besarku juga.Tempat terebut mendapat perhatian khusus dari desa bahkan kemarin ada pihak pariwisata dari provinsi yang melihatnya.
Konon katanya,ayah adalah cinta pertama anak perempuannya.Begitu juga dengan abah,yang merupakan cinta pertamaku sebagai putrinya.Beliau yang tidak pernah membentakku apalagi sampai bermain tangan.Itu semua bukan karna ia memanjaku tetapi karna prinsipnya kalau main bisa dengan cara baik kenapa harus cara kasar.Beliau selalu menjadi penengah jikalau ibu memarahi kami,jikalau marah pun abah hanya diam dan beberapa saat kemudia kembali seperti biasa.Abah lumayan cuek dan diturunkannya kepada adikku.Saking cueknya bertemu denganku dijalan saja kami tidak saling sapa seperti tidak saling kenal,hanya bertatap mata saja.namun berbeda saat dirumah.Bahkan abah lebih sering menyuruhku membuat kopi daripada ibuku.Mungkin karna abah juga mengerti ibu lelah karna ikut bekerja.
Aku merasa kesalahan terbesarku menjadi anaknya adalah ketika tahun lalu abah dan ibu menyuruhku mengambil jurusan pendidikan bahasa Arab dan ketika kucoba ikut seleksi ternyata aku lulus.Tidak sedikit temanku yang menyuruhku mempertimbangkan keputusan tersebut namun aku pernah berpikir ridho orang tua ridho Tuhan.Namun setelah pengumuman dan aku dinyatakan lulus ternyata aku menyerah sebelum bertanding padahal mereka sudah berharap sekali aku kuliah mengambil jurusan tersebut.Aku keberatan karna belajar bahasa Arab hanya saat menginjak bangku MI saja dan syukurnya mereka mengerti.
Abah adalah seorang yang pengertian dan perhatian.Sebagai kepala keluarga abah selalu bekerja keras demi menghidupi istri dan 2 orang anaknya. Beliau selalu bekerja keras siang dan malam untuk memberikan yang terbaik kepada keluarganya, tak luput dalam kesibukannya beliau pun sering menyempatkan waktu untuk anak-anaknya. Menanamkan prinsip-prinsip kehidupan, memberikan pesan moral untuk selalu berusaha dan berikhtiar juga dibarengi dengan doa untuk mencapai cita-cita. Beliau memotivasi kami anak-anaknya untuk belajar dan menuntut ilmu setinggi mungkin, berharap anak-anaknya bisa jauh lebih baik darinya.
Beliau adalah panutan bagi kami. Walau sesibuk apapun pekerjaannya, beliau masih sempat meluangkan waktunya untuk keluarga. Karena semangat beliau untuk bekerja demi menyejahterakan keluarga adalah motivasi bagiku untuk terus maju dan menggapai impian. Sebagai anak bangga menjadi bagian dari keluarga beliau.Dan asal abah tau,aku menulis ini diiringi rasa cinta :’)
Sekian biografi cinta pertamaku,terima kasih sudah mampir..
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Komentar
Posting Komentar